Pantun Palang Pintu Melayu: Penyampaian Pesan Dari Lama

pantun palang pintu melayu penyampaian pesan dari lama 14593

Pantun adalah sebuah bentuk puisi yang populer di Indonesia, terutama di daerah Melayu. Pantun Palang Pintu Melayu salah satu dari jenis pantun tersebut. Pantun ini biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan kepada pendengarnya. Pantun ini disebut sebagai “Palang Pintu Melayu” karena biasanya diucapkan di pintu masuk rumah dan di depan pendengar yang akan masuk ke dalam rumah.

Ciri-ciri Pantun Palang Pintu Melayu

Ciri-ciri Pantun Palang Pintu Melayu

Pantun Palang Pintu Melayu memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis pantun lainnya. Pertama, pantun ini terdiri dari empat bait yang disebut “pantun empat bait”. Kedua, setiap bait terdiri dari 6-8 kata. Ketiga, setiap bait harus memiliki rima yang sama. Selain itu, pantun ini biasanya mengandung makna yang berbeda dari bait ke bait.

Teks Pantun Palang Pintu Melayu

Teks Pantun Palang Pintu Melayu

Berikut adalah contoh pantun Palang Pintu Melayu yang populer:”Di sini ada pintu, Palang pintu ini,
Cobalah beri salam, Biar semua suka cita,
Namanya salam hormat, Makin banyak yang rukun,
Siapa pun yang datang, Semua nyaman di sini”.

Makna Pantun Palang Pintu Melayu

Makna Pantun Palang Pintu Melayu

Pantun Palang Pintu Melayu mengandung makna yang berbeda untuk setiap baitnya. Pertama, bait pertama menyampaikan pesan untuk menyambut tamu yang datang ke rumah. Kedua, bait kedua menyarankan untuk menyampaikan salam hormat kepada tamu. Ketiga, bait ketiga menyarankan untuk selalu berbuat baik dan bersikap ramah kepada semua orang. Dan terakhir, bait keempat menyarankan untuk menciptakan suasana nyaman dan damai di rumah.



Pantun Palang Pintu Melayu merupakan salah satu jenis pantun yang populer di Indonesia. Pantun ini biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan kepada pendengarnya dan menciptakan suasana yang nyaman. Pantun ini juga memiliki ciri khas tersendiri, yaitu terdiri dari empat bait, terdiri dari 6-8 kata dan memiliki rima yang sama.

You May Also Like

About the Author: Moh Akbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *