Implementasi Structure Improvement Method(adm)

Architecture Development Method(ADM) merupakan salah satu komponen TOGAF sebagai kerangka kerja Enterprise Architecture(EA), ADM menggambarkan metode untuk membangun EA dan merupakan center dari TOGAF.  Struktur dasar dari ADM terdiri dari fase-fase berikut:Preliminary,Architecture Vision,Business Architecture,Information System Architecture,Technology Architecture,Opportunities and Solutions,Implementation Governance,Architecture Change Management.

Setiap fase pada ADM cycle, dapat didekomposisi dalam beberapa langkah yang lebih detil. Namun langkah-langkah tersebut tidak dibahas dalam diskusi ini.

Implementasi dari tiap fase dalam ADM cycle dapat dilakukan secara terpisah antar masing-masing fase, atau dilakukan dalam bentuk kelompok-kelompok fase. Kapan sebaiknya tiap fase ADM dieksekusi in step with fase atau in keeping with kelompok fase, dapat ditentukan oleh beberapa kondisi. Pada beberapa organisasi, telah ditentukan petunjuk teknis atau petunjuk pelaksanaan dalam menjalankan suatu proses bisnis, sehingga eksekusi fase ADM harus selaras dan mengakomodasi pengendalian proses yang telah berlaku atau disepakati pada organisasi tersebut.

Jumlah, tingkat dan tipe dari stakeholder menentukan bagaimana fase ADM dieksekusi. Penyajian laporan eksekusi proyek untuk stakeholder dengan kekuasaan untuk dapat menentukan diterima atau tidaknya suatu pekerjaan dan mempunyai antusiasme yang tinggi dalam suatu proses, tentu saja berbeda dengan penyajian untuk stakeholder yang hanya memedulikan hasil dari suatu proses bisnis. Eksekusi fase ADM yang terkait dengan stakeholder yang mempunyai kekuatan pengambilan keputusan dan antusias tinggi, sebaiknya dilakukan lebih detil dan intensif. Sebaliknya eksekusi fase ADM dengan stakeholder yang kurang antusias dan tidak mempunyai kekuatan untuk mengambil keputusan, dapat dilakukan secara periodik atau merupakan gabungan dari beberapa fase.

Baca juga 👉  Step-by Way Of-step Employer Structure Academic With Togaf

Ketersediaan tim dalam waktu yang bersamaan serta tersedianya waktu eksekusi yang disediakan, dapat mempengaruhi bagaimana fase ADM dieksekusi. Apakah seluruh fase ADM dieksekusi oleh satu tim tertentu, atau apakah dapat dilakukan oleh beberapa tim baik secara sekuen atau paralel. Kompleksitas yang muncul terkait dengan penjadwalan proses dan alokasi tim.

Tingkat keberanian organisasi dalam menerima suatu tingkat risiko, menentukan sejauh mana kedalaman eksekusi suatu fase ADM. Misal dalam menentukan kedalaman eksekusi fase Data Architeture, untuk organisasi yang dapat memahami pengelolaan foundation statistics, maka fase ini dapat dieksekusi cukup hingga degree tabel, namun pada organisasi yang lain fase ini harus dieksekusi hingga ke level field dan tipe statistics.

TOGAF menyarankan beberapa kelompok iterasi yang mencoba mengelompokkan fase-fase ADM dalam beberapa kelompok fase sebagai berikut:Architecture Context Iteration, yang merupakan langkah awal dalam aktivitas pengembangan arsitektur dengan membangun dan menentukan metode pendekatan, prinsip, ruang lingkup dan visi organisasi,Architecture Definition Iteration, yang menyasar pembangunan konten arsitektur. Iterasi ini secara fokus dan berkelanjutan mencoba membedah arsitektur di stage bisnis, sistem informasi yang terdiri dari facts dan aplikasi, serta di stage teknologi sebagai enabler implementasi konten bisnis dan konten information. Pada iterasi ini terbentuk rencana pengembangan EA yang terpetakan dalam kedalaman dan kelebaran bahasan arsitektur pada rentang waktu yang disepakati, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada iterasi ini terbentuk blueprint dan roadmap dalam implementasi EA pada organisasi,Architecture Transition Planing Iteration, merupakan iterasi yang memastikan kelancaran perubahan yang muncul akibat diimplementasikannya blueprint pengembangan EA,Architecture Governance Iteration, memberikan dukungan dalam bentuk tata kelola yang harus dipatuhi oleh semua pihak yang terkait dalam implementasi EA. Tata kelola ini mengatur aktivitas-aktivitas dalam pencapaian arsitektur goal yang telah ditetapkan.

Baca juga 👉  Togaf — adm

Hal yang cukup menarik pada penggambaran fase-fase EA diatas adalah, peletakan fase preliminary yang berada diluar cycle. Penjelasan yang cukup menarik bahwa fase initial dapat dilakukan sekali untuk beberapa rangkaian cycle eksekusi fase-fase EA. Metode dan prinsip-prinsip implementasi EA dapat dilakukan satu kali untuk beberapa visi arsitektur yang berbeda. Kondisi ini dapat terjadi pada saat suatu prinsip EA telah ditentukan oleh suatu organisasi, maka prinsip ini juga harus dianut oleh semua aktivitas yang disepakati oleh organisasi tersebut.

Hal lain yang menarik adalah implementasi suatu fase ADM, dapat diejawantahkan dalam bentuk satu cycle ADM secara penuh. Misalkan fase business architecture, dapat dieksekusi sebagai suatu siklus lengkap dari fase ADM dalam implementasi proses bisnis tertentu. Selain mengenal sifat iteratif dalam eksekusi fase-fase ADM, maka dikenal juga sifat rekursif dalam masing-masing fase ADM.

Baca juga 👉  Togaf Adm

Setiap perkembangan pada implementasi fase-fase ADM merupakan implementasi dari Enterprise Continuum. Namun hasil dari implementasi ADM akan mempengaruhi koleksi solusi yang tersedia pada Enterprise Continuum, sehingga Enterprise Continuum dapat dikatakan sebagai “Virtual Repository” yang menyimpan semua aset yang tersedia pada perusahaan, termasuk model arsitektur, pola arsitektur, deskripsi atau artifact-artifact lain yang berada di dalam lingkungan perusahaan maupun yang berada dalam lingkup industri yang lebih luas.

Eksekusi fase-fase ADM yang bersifat iteratif dan rekursif dapat membentuk rangkaian identifikasi, definisi, representasi, spesifikasi dan configurasi yang pada kerangka kerja Zachman dipandang dari perspektif user dan nama version.

Implementasi fase-fase ADM sangat erat kaitannya dengan implementasi kerangka kerja Zachman yang juga merupakan salah satu kerangka kerja implementasi EA.

You May Also Like