Togaf Adm

Elemen kunci dari TOGAF adalah  Architecture Development Method (ADM) yang memberikan gambaran spesifik untuk proses pengembangan arsitektur company (Lise 2006). ADM adalah fitur penting yang memungkinkan perusahaan mendefinisikan kebutuhan bisnis dan membangun arsitektur spesifik untuk memenuhi kebutuhan itu. ADM terdiri dari tahapan-tahapan yang dibutuhkan dalam membangun arsitektur  business enterprise, tahapan-tahapan ADM diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Sebagai komponen inti, TOGAF ADM menyediakan serangkaian proses iteratif mulai dari menyusun arsitektur, transisi, hingga mengelola proses realisasi arsitektur. TOGAF ADM terdiri atas sepuluh fase sebagai berikut:

1. Preliminary Phase – fase ini mencakup aktivitas persiapan untuk menyusun kapabilitas arsitektur termasuk kustomisasi TOGAF dan mendefinisikan prinsip-prinsip arsitektur. Tujuan fase ini  adalah untuk menyakinkan setiap orang yang terlibat di dalamnya bahwa pendekatan ini untuk mensukseskan proses arsitektur. Pada fase ini harus menspesifikasikan who, what,  why, whilst, dan wherein dari arsitektur itu sendiri.ƒWhat adalah ruang lingkup dari usaha.Who adalah siapa yang akan memodelkannya, siapa orang yang akan bertanggung jawab untuk mengerjakan arsitektur tersebut, dimana mereka akan dialokasikan dan bagaimana peranan mereka.How adalah bagaimana mengembangkan arsitekture  interprise, menentukan  framework dan metode apa yang akan digunakan untuk menangkap informasi.When adalah kapan tanggal penyelesaian arsitekturWhy adalah mengapa arsitektur ini dibangun. Hal ini berhubungan dengan tujuan organisasi yaitu bagaimana  arsitektur dapat memenuhi tujuan organisasi.

2. Phase A: Architecture Vision – fase ini merupakan fase inisiasi dari siklus pengembangan arsitektur yang mencakup pendefinisian ruang lingkup, identifikasi stakeholders, penyusunan visi arsitektur, dan pengajuan persetujuan untuk memulai pengembangan arsitektur.

 Beberapa tujuan dari fase ini adalah :Menjamin evolusi dari siklus pengembangan arsitektur mendapat pengakuan dan dukungan dari manajemen corporation.Mensyahkan prinsip bisnis, tujuan bisnis dan pergerakan strategis bisnis organisasi.Mendefinisikan ruang lingkup dan  melakukan identifikasi dan memprioritaskan komponen dari arsitektur saat ini.Mendefiniskan kebutuhan bisnis yang akan dicapai dalam usaha arsitektur ini dan batasannya.Menghasilkan visi arsitektur yang menunjukan respon terhadap kebutuhan dan batasannya.

Baca juga 👉  What Is The Architecture Development Technique (adm)?

Beberapa langkah yang dilakukan pada fase ini adalah :Menentukan / menetapkan proyekMengindentifikasi tujuan dan pergerakan bisnis. Jika hal ini sudah didefinisikan, pastikan definisi ini masih sesuai  dan lakukan klarifikasi terhadap bagian yang belum jelas.Meninjau prinsip arsitektur termasuk prinsip  bisnis. Meninjau ini berdasarkan arsitektur saat ini yang akan dikembangkan. Jika hal ini sudah didefinisikan, pastikan definisi ini masih sesuai  dan lakukan klarifikasi terhadap bagian yang belum jelas.Mendefinisikan apa yang ada di dalam dan di luar rungan lingkup usaha saat ini.Mendefinisikan batasan-batasan seperti waktu, jadwal, sumber daya dan sebagainya.Mengindentifikasikan stakeholder, kebutuhan bisnis dan visi arsitektur.Mengembangkan Statement of Architecture Work.

three. Phase B: Business Architecture – fase ini mencakup pengembangan arsitektur bisnis untuk mendukung visi arsitektur yang telah disepakati. Pada tahap ini equipment  dan  technique  umum untuk pemodelan seperti:  Integration DEFinition (IDEF) dan  Unified Modeling Language  (UML) bisa digunakan untuk membangun model yang diperlukan.

Beberapa tujuan dari fase ini adalah :Menguraikan deskripsi arsitektur bisnis dasar.Mengembangkan arsitektur bisnis  tujuan, menguraikan strategi produk dan/atau service dan aspek geografis,  informasi, fungsional dan organisasi dari lingkungan bisnis yang berdasarkan  pada prinsip bisnis, tujuan bisnis dan penggerak strategi.Menganalisi gap antara arsitektur saat ini dan tujuan.Memilih titik pandang yang relevan yang memungkinkan arsitek mendemokan bagaimana maksud stakeholder dapat dicapai dalam arsitektur bisnis.Memilih tools dan teknik relevan yang akan digunakan dalam sudut pandang yang dipilih.

Baca juga 👉  Step-by Way Of-step Employer Structure Academic With Togaf

Beberapa langkah yang dilakukan di fase ini adalah :Mengembangkan deskripsi asitektur  bisnis saat ini untuk mendukung arsitektur bisnis target.Mengindentifikasi reference model, sudut pandang dan gearMelengkapi arsitektur bisnisMelakukan hole analisis dan membuat laporan

4. Phase C: Information Systems Architectures – Pada tahapan ini lebih menekankan pada aktivitas bagaimana arsitektur sistem informasi dikembangkan. Pendefinisian arsitektur sistem informasi dalam tahapan ini meliputi arsitektur statistics dan arsitektur aplikasi yang akan digunakan oleh organisasi. Arsitektur information lebih memfokuskan pada bagaimana information digunakan untuk kebutuhan fungsi bisnis, proses dan layanan. Teknik yang bisa digunakan dengan yaitu:  ER-Diagram,  Class Diagram, dan  Object Diagram.

Tujuan dari fase ini adalah mengembangkan arsitektur tujuan dalam area data dan aplikasi.  Ruang lingkup dari proses bisnis yang didukung dalam fase C dibatasi pada proses-proses yang didukung oleh TI dan  interface  dari proses-proses yang berkaitan dengan non-TI. Implementasi dari arsitektur ini mungkin tidak perlu dalam urutan yang sama, diutamakan terlebih dahulu yang begitu sangat dibutuhkan.

Tujuan dari arsitektur statistics adalah untuk mendefinisikan  tipe dan sumber utama information yang diperlukan untuk mendukung bisnis dengan cara yaitu dapat dipahami oleh stakeholder, lengkap, kosisten, dan stabil. Penting untuk diketahui bahwa arsitektur ini tidaklah memperhatikan perancangan database. Tujuannya adalah untuk mendefinisikan entitas information yang relevan dengan agency, bukanlah untuk merancang sistem penyimpanan fisik dan logik.

 Beberapa langakah yang diperlukan untuk membuat arsitektur information adalah:Mengembangkan deskripsi arsitektur data dasarReview dan validasi prinsip, reference version, sudut pandang dan gear.Membuat version arsitekturMemilih arsitektur statistics building blockMelengkapi arsitektur informationMelakukan gap analysis  arsitektur information saat ini dengan arsitektur facts goal  dan membuat laporan.

Tujuan dari arsitektur aplikasi adalah untuk mendefinisikan jenis-jenis utama dari sistem aplikasi yang penting untuk memproses facts dan mendukung bisnis. Penting untuk diketahui bahwa arsitektur aplikasi ini tidaklah memperhatikan perancangan sistem  aplikasi. Tujuannya adalah untuk mendefinisikan jenis-jenis sistem aplikasi yang relevan dengan  organization dan aplikasi apa saja yang diperlukan  untuk mengatur information dan menghadirkan informasi kepada aktor manusia dan komputer di  corporation. Aplikasi tidak diuraikan sebagai sistem komputer tetapi sebagai grup logik dari kemampuan untuk mengatur objek records dalam arsitektur information dan mendukung fungsi-fungsi bisnis dalam arsitektur bisnis. Aplikasi dan kemampuan didefinisikan tanpa mereferensikan ke teknologi khusus. Suatu aplikasi bersifat stabil dan relatif tidak berubah sepanjang waktu sedangkan teknologi yang digunakan untuk mengimplementasikannya akan barubah sepanjang waktu, berdasarkan pada teknologi yang sekarang tersedia dan perubahan kebutuhan bisnis.

Baca juga 👉  Function Of Structure Improvement Approach (adm) In Sap Tasks Element 2

Beberapa langkah yang diperlukan  untuk membuat arsitektur aplikasi adalah :Mengembangkan deskripsi arsitektur aplikasi dasarReview dan validasi prinsip, reference version, sudut pandang dan tools.Membuat model arsitekturIndentifikasi sistem aplikasi kandidatMelengkapi arsitektur aplikasiMealakukan gap analysis dan membuat laporan

5. Phase D: Technology Architecture –Membangun arsitektur teknologi yang diinginkan, dimulai dari penentuan jenis kandidat teknologi yang diperlukan dengan menggunakan  Technology Portfolio Catalog yang meliputi perangkat lunak dan perangkat keras. Dalam tahapan ini juga mempertimbangkan alternatif-alternatif yang diperlukan dalam pemilihan teknologi.

Beberapa langkah yang diperlukan  untuk membuat arsitektur teknologi yaitu:Membuat deskripsi dasar dalam format TOGAFMempertimbangkan  reference model arsitektur yang berbeda, sudut pandang dan tools.Membuat version arsitektur dari constructing blockMemilih offerings portfolio yang diperlukan untuk setiap building blockMengkonfirmasi bahwa tujuan bisnis tercapaiMenentukan kriteria pemilihan spesifikasiMelengkapi definisi arsitekturMelakukan  gap analysis antara arsitektur teknologi saat ini dengan arsitektur teknologi target.

You May Also Like