Contoh Ritme dalam Puisi

contoh ritme dalam puisi 5941

Ritme merupakan unsur penting dalam puisi. Ia memiliki peran yang menentukan dalam menghidupkan puisi. Ritme dalam puisi juga diperlukan untuk menciptakan kesan-kesan tertentu bagi pembaca. Ritme dalam puisi berbeda dengan ritme pada lagu. Sebagai contoh, ada puisi yang menggunakan ritme yang khas dan sederhana dengan kata-kata yang mudah dipahami.

Macam-macam Ritme dalam Puisi

Macam-macam Ritme dalam Puisi

Ada beberapa macam ritme yang dapat digunakan untuk membuat puisi, di antaranya adalah:

  • Ritme Tetap (Ritme Iambic)
  • Ritme Campuran (Tercampur)
  • Ritme Trochee
  • Ritme Anapaestic
  • Ritme Dactyl

Ritme tetap adalah salah satu jenis ritme yang paling umum digunakan dalam puisi. Ritme ini berisi kombinasi dua jenis suku kata, yaitu suku kata yang berakhiran nada rendah dan suku kata yang berakhiran nada tinggi. Ritme campuran adalah ritme yang menggabungkan beberapa jenis ritme seperti ritme tetap, ritme trochee, ritme anapaestic, dan ritme dactyl. Ritme Trochee adalah ritme yang berisi kombinasi dua jenis suku kata, yaitu suku kata yang berakhiran nada tinggi dan suku kata yang berakhiran nada rendah. Ritme Anapaestic adalah ritme yang berisi tiga jenis suku kata, yaitu suku kata yang berakhiran nada rendah, suku kata yang berakhiran nada tinggi, dan suku kata yang berakhiran nada rendah. Ritme Dactyl adalah ritme yang berisi tiga jenis suku kata, yaitu suku kata yang berakhiran nada tinggi, suku kata yang berakhiran nada rendah, dan suku kata yang berakhiran nada tinggi.

Contoh-contoh Puisi

Contoh-contoh Puisi

Berikut ini beberapa contoh puisi yang menggunakan macam-macam ritme di atas:

  • Ritme Tetap:

    “Sesungguhnya aku sering merasa
    Terpaku pada malam yang dingin
    Terkadang, tak ada yang bisa dicari
    Di dalam hutan yang menghantui.”

  • Ritme Campuran:

    “Kadang jalan yang ku tempuh
    Sungguh berat dan menyedihkan
    Namun aku tak boleh menyerah
    Dan harus berjuang sampai akhir.”

  • Ritme Trochee:

    “Tak ada yang bisa diperbuat
    Jika hati tak dapat dipercaya
    Berlalu tak ada yang tersisa
    Terus ku menanti seorang diri.”

  • Ritme Anapaestic:

    “Berpuluh tahun akan berlalu
    Cinta yang pernah tercipta pun
    Akhirnya tak akan kembali
    Menjadi kenangan yang terindah.”

  • Ritme Dactyl:

    “Biarlah aku terus meniti
    Jiwa yang tersimpan di dalam diri
    Mencari kebahagiaan yang sejati
    Untuk melangkah ke masa depan.”



Ritme merupakan salah satu unsur penting dalam puisi. Ia memiliki peran yang menentukan dalam menghidupkan puisi. Berbagai macam ritme dapat digunakan untuk membuat puisi, seperti ritme tetap, ritme campuran, ritme trochee, ritme anapaestic, dan ritme dactyl. Contoh-contoh puisi di atas menggunakan berbagai macam ritme tersebut.

You May Also Like

About the Author: Moh Akbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *